Selasa, 25 Juni 2013

Balada Ban Serep


Jauh di sudut kota yang megah dan rupawan, tersebutlah sebuah ban yang indah. Dia diciptakan dengan sangat sempurna, bentuknya, bahannya, warnanya, sampai alurnya pun terbuat dengan teramat sempurna. Setelah selesai penciptaannya selesai, dia diperiksa kelayakannya untuk dipakai, dan dia dibungkus rapi. Pada malam harinya, datanglah seorang peri yang baik hati, dan menganugerahkan padanya sebuah hati yang penuh dengan ketulusan. Dia sangat senang, karena hanya dia satu-satunya ban di pabrik itu yang punya hati dan ketulusan.

Tiba saatnya dia dipajang di toko ban besar. Dia disusun dengan ribuan ban lainnya. Dia mulai gusar, akankah dia dibeli orang, begitu dalam pikirannya. Hari demi hari berlalu, dia sudah kehilangan harapan. Dia diam di jajaran ban paling belakang, dia sudah tidak terlihat menarik sekarang, packingnya sudah rusak sedikit, warnanya sudah agak memudar di beberapa titik, bahannya sudah agak melonggar.

Tetapi, ada seorang anak muda yang melihatnya dan ingin memilikinya. Awalnya dia tidak yakin dengan keinginan si anak muda ini. Mungkin hanya mimpi. Tapi hal ini benar-benar terjadi. Tepat di hari itu, officially, ban tersebut menjadi milik si anak muda. Tentu saja, sepaket dengan hati yang penuh dengan ketulusan bekal dari sang peri.

Ban dibawa pulang ke rumah anak muda tersebut. Karena bentuknya yang agak kurang indah lagi, si anak muda itu mulai membersihkannya sedikit demi sedikit. Warnanya yang agak memudar itu mulai diwarnainya kembali. Debu yang melekat, dibersihkannya. Singkat cerita, si ban menjadi indah kembali. Luar biasa si anak muda ini, dia bisa membuat ban yang tidak diinginkan orang itu menjadi indah. Setelah dibersihkan, si ban ditaruh di garasi rumah anak muda itu. Ban sudah sangat senang. Besok pastinya dia akan dipakai oleh si anak muda untuk mobilnya yang keren itu. Dia sudah menetapkan hatinya pada si anak muda, bahwa dia akan memberikan hati beserta dengan ketulusannya yang pernah diberikan pada peri waktu dia di pabrik dulu hanya pada si anak muda yang membuat dia menjadi indah kembali. Dia sangat bersemangat menanti kapankah dia akan dipakai oleh anak muda.

Sehari berlalu, ban tetap tinggal di garasi anak muda. Dia bisa melihat anak muda itu menaiki mobil kebanggaannya untuk pergi dari rumahnya. Mungkin tidak hari ini, mungkin esok hari. Dia tetap bersemangat.

Seminggu berlalu, ban tetap menanti dengan setia. Tetap saja si anak muda keluar rumah dengan mobilnya, tanpa dilihatnya si ban ada di sudut garasinya. Sendiri.

Sehari demi sehari berlalu, tanpa perubahan.

Suatu ketika, dilihatnyalah si anak muda mengeluhkan ban mobil nya yang kempes. Sedikit sih, tapi lumayan mengganggu. Akhirnya si anak muda ingat bahwa dia pernah membeli sebuah ban yang indah. Dicarinya si ban itu, dan dibawanya di bagasi mobil kerennya. Ban senang bukan kepalang, dalam pikirannya ia akan dibawa si anak muda ke bengkel, lalu dia akan dipasangkan untuk menggantikan ban mobil yang sebelumnya kempes. Dia benar-benar senang. Dia berpikir, tiba waktunya untuk bisa balas budi kepada si anak muda, dan pastinya si anak muda ini akan makin sayang pada si ban.

Khayalan tinggallah khayalan. Si anak muda membawanya ke bengkel. Benar ke bengkel, sampai situ, masih sesuai dengan pikiran si ban. Tapi ternyata si anak muda meminta pada yang bertugas untuk memperbaiki ban yang sebelumnya kempes itu. Jika begitu, apa yang terjadi pada si ban? Dia bisa melihat si anak muda tersenyum karena mendapatkan bannya yang tadinya kempes sudah pulih dan bisa dipakai kembali, dan dia tetap saja berada dalam sudut bagasi mobil keren si anak muda. Sendiri.

***

Agak curcol sedikit la yaaaaa...  :)
Cara menikmati tulisan ini adalah dengan membayangkan bagaimana kalau kamu yang jadi si ban itu. Pedes, bray! Please enjoy.

@Amyoonn

Senin, 18 Februari 2013

Curahan ♥ Kala Macet

17 Feb 2013, 19:52, km 104, trepel Bandung menuju Jakarta..

Curhatan gw kali ini ga jauh dan ga bukan masalah jodo"an. Untuk cewe seusia gw, kabarnya ini adalah hal yang masuk ke top chart yang diomongin di kalangan teman, baik lewat BBM, sms, cetingan, dan pelbagai socialmedia yang ada. Kenapa bisa sangat kompak gitu ya..

Bicara soal jodo, gw sangat excited menunggu dia. Gw sering bertanya",

Orangnya gimana ya.. 
Apa orangnya nyambung sama gw?
Kalo gw pake hi-heels gw, apa dia tetep lebih tinggi dari gw?
Apa dia orangnya putih merona, sawo mateng, ato kuning bangsat?
Dia dari ras apa ya? Siberian husky ato chihuahua..
Suaranya kaya gimana ya, serak-serak becek kaya David Cook, atau tinggi menggemaskan kaya GD..
Apa dia bisa nasehatin gw supaya bisa lebih baik?

Apa dia akan tetep bersama sama gw walau tadi paginya dia ngomong kalo gw salah kostum ato rambut gw kaya singa?
Apa dia bisa bikin gw senyum waktu gw pengen nangis ya?
Apa dia bakal kangen ketika gw sama dia ga bertemu lama?
Apa dia orang yang paling gw pengen liat mukanya waktu gw buka mata di pagi hari?
Apa dia bisa menangani mood gw tiba-tiba berubah?
Apa gw bisa bosen sama dia ya? Kan gw emank orangnya bosenan..
Apa suara dia tetep yang gw cari walaupun uda bertahun-tahun kita bersama?
Apa dia orang yang bisa bikin gw nyaman di saat-saat paling ngebetein dlm idup gw?
Apa dia orang yang bisa berbagi cerita manis sama-sama?
Apa dia orang yang bisa dipercaya buat mendampingi idup gw?
Apa dia orang yang bisa gw percayai seumur idup gw?

Dan banyak pertanyaan yang keluar kalo gw mikirin siapa jodo gw ini.. Lo juga gitu ga seh?

Gw ini suka kepo sama cerita cinta orang, jadi gw suka nanya-nanya gimana cara temen gw yang uda nikah bertemu dengan jodonya.

Orang pertama yang kisah cintanya bikin gw terkesan adalah temen gereja gw berinisial SFAT, bukan agen rahasia ya, itu beneran inisial namanya.. Hahahahaha..
Dia bertemu dgn jodo yang skrg jd suaminya itu waktu retreat taunan. Dan kabarnya ketika dia bertemu sama jodonya, hatinya langsung ngomong dengan gamblang kalo orang itu jodonya. Boro-boro jodo ya, kenal aja belum, begitu mungkin dalam hatinya. Tapi dia ikutin kata hatinya, melewati banyak tantangan --yang kalo itu terjadi pada gw, ga tau deh bisa tahan ato ga--, dan ahirnya setelah pacaran 7 taun, mereka menikah. Taun ini adalah taun ke-5 mereka menikah dan uda dikaruniai 2 orang anak yang lucu-lucu..

Terus satu lagi gw baca cerita kesaksian seorang pendeta waktu dia bertemu sama jodonya. Saat itu ceritanya dia lagi bingung berat harus milih diantara beberapa cewe yang lagi deket sama dia. Lalu dia berdoa sama Tuhan, "Tuhan, siapapun yang bawa cheese cake hari ini, dia anterin ke bandara sekalian nganterin aku pergi, dialah orang yang Tuhan pilihkan buatku". Setelah doa gitu, dia bingung sendiri, gimana caranya ya, itu cheese cake tuh kan bukan hal yang lazim dikasih seorang cewe ktika nganter kecengannya k bandara. Mungkin gw pun akan prefer ngasih cowo itu bekel makanan, ktimbang kue. Tapi ajaib, ada cewe yang nganterin cheese cake ke bandara! Dan dialah istrinya sekarang.

Satu lagi, gw baca buku "Tuhan Sedang Menulis Cerita Cinta", buatan seorang cewe buat souvenir pernikahannya. Perjumpaan dia dengan cowonya itu agak aneh, melalui milist. Terus yang paling berkesan buat gw seh, ketika itu dia lagi ngobrol santey sama papanya, dan dia buka album poto temen-temennya dan dia nanya sama papanya, "Pa,kalo temen idup aku ada dpoto ini, kira-kira kata papa yang mana?", lalu papanya nunjuk c cowo yang ahirnya jd suaminya.

Nah, kalo versi gw apa ya?! 
Gw seh masih ga tau ini, secara gw belum nemu juga. Mo maksa Tuhan, tapi kayanya Dia ketawa-ketawa aja liatin tingkah gw. Pernah lho saking penasarannya, gw doa gini, "Tuhan, jodo aku ini siapa ya? Boleh ga minta liatin wujudnya di mimpi aku?", ajaibnya dikasih lho! Gw liat seorang cowo berjambul pake jas rapi warna item, lengkap dengan dasinya, yang lagi duduk di kursi gitu, depannya ada meja kayu yang penuh kertas dan buku, di belakangnya ada rak buku. Wah, jodo gw caleg kayanya! Wakakakak..

Sebenernya Tuhan bisa aja nunjukin siapa jodo qt secara supernatural, lewat mimpi, penerawangan, atopun ada suara yang berbicara begitu; tapi ada juga berjalan dengan natural, apa adanya, hanya melalui berteman, lanjut pacaran, dan ahirnya bersatu. 

Kalo cewe, katanya seh punya yang namanya insting yang hanya dimiliki oleh cewe. Dia bisa tau lelaki mana yang bisa dia seleksi buat jd pendamping hidupnya. Gw? Pernah jg pake insting ini, tp jatohnya smacem ngarep satu objek yang ahirnya ga jadi.. Hahahahaha

Tapi gini deh, di awal post ini gw pernah ngajuin beberapa pertanyaan singkat. Nah, apa yang muncul di benak kalian waktu pertanyaan-pertanyaan itu kalian baca? Wajah siapa atau nama siapa yang pertama muncul? Coba ganti kata "dia" sama nama orang itu, kalo jawaban yang muncul positip, semoga dia jodo lo ya. Waktu gw bikin pertanyaan itu, cuma ada 1 wajah dan 1 nama yang muncul di otak gw, dan gw berharap dia bisa jadi jodo gw.

Happy searching, gals! :)

Rabu, 06 Februari 2013

Dunia Ini Panggung Sandiwara

Akhir-akhir ini gw terbiasa menuliskan apa yang ada di kepala gw, dan blog lah tempatnya. Daripada galau ga keruan, mening gw curahkan semua pikiran gw ke dalam bentuk tulisan. Orang bilang, itu bisa bikin gw gila, tapi asal seimbang sama kehidupan interpersonal lo, gw rasa ini ga masalah.

Gw suka mikir dan berimajinasi, jadi gw suka biarkan pikiran gw menjadi liar dan membuat cerita baru. Mulai dari situ, gw coba belajar gimana caranya bikin cerita, lebih spesifik ke cerita film. Cita-cita gw tuh pengen bikin cerita yang bisa bikin gw terkenal. hahaha..

Dari banyaknya teori yang gw dapetin buat bikin cerita film, hal yang paling bikin gw berkesan tuh para pembuat naskah film selalu ngomong, kalo mo bikin cerita, bikin dulu endingnya, baru bikin flow ceritanya. Setelah nentuin endingnya, kita sebagai pembuat naskah bisa sesuka hati kita bikin macem-macem flow ceritanya. Bisa aja para tokoh di dalamnya dibuat merasakan banyak hal, mulai dari cerita yang rumit, berliku-liku, naik dan turun, sukacita dan dukacita, peraihan dan kehilangan,, tapi tetap, ujungnya akan sama dgn keinginan si empunya cerita..

Kalo bisa gw sambungin seh, itu kaya cerita idup kita ya..
Dunia ini panggung sandiwara?
Agak kurang suka gw dgn statement itu, karena bikin kita mikir, kalo di dunia ini ga ada yang tulus, aka smuanya sandiwara.


Kalo versi gw seh, hidup ini adalah sebuah film, dimana hidup gw ini bercerita tentang perjalanan hidup gw. Tentu aja hidup gw ini juga dibuat oleh seorang penulis. Dia tau karakter gw dengan sangat mendalam, Dia tau akan dibuat menjadi apa gw pada ahirnya, flow cerita idup gw gimana dan gw tau kalo itu semua Dia persiapkan khusus, sampe mikir ribuan taun dan Dia punya cerita yang luar biasa yg ingin Dia tuliskan buat hidup gw..


Tapi, kadang-kadang bete juga ya, sama kaya kita nonton drama Korea. Pengen cepet-cepet nonton sampe endingnya. Kaya gw dulu nonton drama, dari episod 7, gw loncat nonton endingnya dulu, terus balik lagi. Sungguhan deh, ga rame jadinya. Apa yang dulu gw bilang bikin drama itu gregetan, jadi ga lagi, karena tadinya kita ga tau dan penasaran sama endingnya, sekarang uda tau endingnya kaya gimana, malah anehnya bisa bikin males nontonnya.


Sama seh kalo dibandingin sama hidup. Kalo kita tau endingnya, kita akan jadi apa, nikah sama siapa, gimana bentuk muka anak kita entar, jadi apa ntar anak kita, sampe gmn cara kita meninggal, apa kita akan menjalani hidup kita dengan antusias dan penuh rasa penasaran? Apa kita akan terus ngegali potensi kita menjadi yang terbaik? Apa kita tetap akan hidup dengan bersyukur? Mungkin juga kita ga pernah punya memori dan kenangan yang bisa kita kenang. Karena rata-rata memori itu datang dari sebuah proses panjang yang berkesan..


Setelah gw ngomong ini panjang lebar bukan brati gw ga pnasaran sama ending hidup gw ya! Gw bener-bener pengen tau!! (Apalagi bagian siapa jodoh gw :)) )
Tapi gw ga mau ngebiarin greget penasaran gw ini ilang gitu aja.. Biarlah berjalan sesuai dengan alurnya Penulis Hidup kita..


Kalo sinetron punya 3 macem ending: happy ending, sad ending, dan never ending, sang Penulis Hidup kita cuma punya 1 jenis ending: happily ever after!


Just wait, see, and prove it ;)

Selamat tengah malam,
@Amyoonn

Selasa, 29 Januari 2013

Aku, Kamu, dan Kita

Dear Mas K,


Sekarang aku lagi duduk di meja kerja kamu, ngebayangin jadi kamu..
Aku bayangin jadi kamu di depan laptop Dell kamu, sambil ngerokok..
Aku bayangin jadi kamu yang lagi BBM-an.. 
Aku bayangin jadi kamu yang lagi makan pisang sambil dengerin lagu kesukaan kamu..
Aku bayangin jadi kamu yang liat aku lagi sibuk dengan mesin potokopi..
Hal apa ya yang pertama kali kamu pikirin?

"ih, si Lia ngegendutin ya!", atau..
"Si Lia teh bener-bener nyebelin edin, gw bener-bener ga suka,, bener-bener ganggu", atau
"Si Lia lagi sibuk ga ya, gue butuh bantuan..", atau mungkin
"Kenapa gue jadi merhatiin dia ya?!"  
Hmm,, kalo yang terakhir kliatan ya kalo aku emank ngarep.. hahaha..

Tapi aku sungguhan pengen tau lho isi pikiran kamu gimana..

Aku balik lagi ke kursi tempat aku kerja sekarang..
Tempat aku duduk depan notebook aku ngerjain semua tugas kantor aku,,
Tempat aku liat kamu bolak-balik ngambil air minum di botol..
Tempat aku liat kamu ngobrol sama temen-temen kerja yang lain, 
Tempat aku liat kamu ketawa dengan lebarnya waktu ngerjain temen kerja aku..
Tempat aku liat kamu bbman atau maenin hp kamu dimeja ujung sana..
Tempat aku ceritain perasaan aku ke kamu sama temen kerja aku..
Tempat aku nangis karena galauin kamu..

Suasana di kantor sepi sekarang, secara uda pada pulang semuanya, pulang ke keluarganya, pulang ke temen-temennya, pulang ke komunitasnya, pulang ke mana dia dimiliki..
Aku sendiri di meja kerja aku, dan nulis smuanya ini,,
Kebayang kamu ada di meja kerja kamu, dan akan berteriak sekali jadi "NYEETT!!", padahal kita punya jaringan telpon ekstensien..
Kebayang suara kamu lagi ngobrol ataupun lagi diskusi..
Kebayang suara ketawa kamu..
Kebayang suara batuk kamu..
Kebayang muka kamu..
Kebayang muka senyum kamu yang paling aku suka, pose muka tikus, yang ga mungkin aku lupain..

Mas K, 
Kalo uda sepanjang ini kamu belum ngerti juga, kamu keterlaluan bodonya!
Iya,, aku sayang sama kamu!

Bukan sayang seorang adik kepada kakak laki-lakinya,
Bukan sayang seorang ibu kepada anaknya,
Bukan sayang seorang babysitter kepada anak asuhannya,
Bukan juga sayang kepada seorang teman dekat..

Aku sayang sama kamu sebagai seorang perempuan kepada seorang laki-laki..

Kalo kamu inget aku pernah ngomong kalo aku uda nemuin seorang cowo yang bener-bener sempurna di mata aku, dia adalah kamu..
Kalo kamu inget aku pernah ngomong kalo aku mau cari cowo yang kaya kamu, sebenernya aku mo ngomong kalo aku mau cari kamu, bukan orang lain..
Kalo kamu inget aku pernah ngomong kalo aku sayang kamu secara ga sengaja, itu sebenernya  bener-bener dari hati aku banget..
Dan kalo kamu inget kamu pernah nanya kenapa aku seneng deket-deket kamu padahal kamu nyebelin, jawabannya karena aku pengen deket orang yang aku sayang..
 
Tapi ga mungkin bisa ya.. 
Kamu udah punya pacar yang lebih lama kenal kamu daripada aku..
Padahal belakangan ini aku terus yang barengan sama kamu, nemenin kamu, bantuin kamu kerja, sampe aku sering disangka istri kamu..
Aku ngerti kebiasaan kamu, sampe kebiasaan yang kamu sendiripun ga tau..
Aku takut kamu kenapa-kenapa, sampe sering dibilang gengges sama kamu..
Aku takut keilangan kamu.. Serius!

Ga tau deh kalo kamu.. 
Mungkin kalo aku gada, kamu lebih lega ya..  
Seperti yang kamu bilang, kamu bisa jalanin hidup kamu yang lebih nyaman.. 

Tapi aku sayang, dan sampe kapanpun, aku gakan lupain kamu dan tulisan ini..

-Lia-